Martunis Anak Angkat Ronaldo Yang Instagramnya Tidak Di Follow Back Oleh Ronaldo

Bocah laki-laki yang berhasil bertahan hidup saat tsunami Aceh 2004 silam itu, Martunis membagikan kisahnya kepada media

Saat usianya yang baru menginjak 8 Martunis merupakan salah seorang anak Aceh korban tsunami 26 Desember 2004 yang dikenal karena mendapat simpati dari bintang-bintang sepak bola Portugal.

Setelah 21 hari bertahan, penduduk menemukan Martunis pada 15 Januari 2005 di kawasan rawa-rawa dekat makam Teungku Syiah Kuala.

Warga menyerahkan Martunis kepada awak televisi Inggris yang kebetulan meliput di wilayah itu.

Dalam sekejap gambar Martunis yang masih mengenakan kaos timnas Portugal, beredar di stasiun televisi Eropa.

Bocah kurus berkulit hitam itu pun menarik simpati bintang top sepak bola Portugal seperti Luis Figo, Nuno Gomes, Cristiano Ronaldo, pelatih Luiz Felipe Scolari, serta Gilberto Madail, ketua Federasi Sepak Bola Portugal.

Akhirnya Federasi Sepak Bola Portugal mengundang secara resmi Martunis ke negaranya dan memberi hibah uang 40 ribu Euro atau senilai lebih dari 500 juta rupiah.

Martunis Aktif Dalam Olahraga Sepak Bola.

Anak angkat Cristiano Ronaldo ini sempat bermain di Portugal setelah direkrut klub asal Portugal, Sporting Lisbon untuk masuk tim akademi U-19.

Cedera lutut, Martunis istirahat dalam aktivitasnya bermain bola.

Kini dengan cerita-cerita yang ia miliki, Martunis membuat saluran YouTube.

YouTube channel milik Martunis bernama Martunis Ronaldo 07 dengan subscriber saat ini lebih dari 17 ribu.

Sudah lebih dari satu tahun YouTube channel itu ia buat.

Namun baru-baru ini Martunis mengucapkan terima kasih kepada subscribernya.

“SPESIAL 8K SUBSCRIBER,(Alhamdulillah)Jangan lupa Subscribe dan Support Terus Channel Saya Friends.Jika tanpa Tuhan dan Kalian saya bukan apa-apa,Thank to Everyone (emoji)

Melalui YouTube channelnya, Martunis blak-blakan menceritakan pengalamannya saat menjadi korban tsunami hingga menjadi anak angkat Cristiano Ronaldo.

Martunis dan Christian Ronaldo

Cerita itu Martunis ungkapkan di segmen tanya jawab atau Q & A yang dipublikasikan 27 Januari 2019.

Seorang kawannya menemaninya membacakan pertanyaan dari netizen.

Kronologi Bertahan Hidup

Martunis menceritakan kronologi bagaimana ia bertahan hidup saat menjadi korban tsunami aceh 15 tahun silam.

“Yang diperjuangkan itu nyawa. Saya pas kejadian tsunami, pertama saya berusaha naik ke atas kasur. Kasur itu tenggelam, saya berusaha untuk naik di atas bangku sekolah, bangku kayu. Jadi setelah itu bangku itu juga tenggelam, saya langsung ambil kasur, tapi kasur itu juga tenggelam. Terus tiba-tiba saya sudah berada di atas pohon yang besar,” katanya melalui YouTube Channelnya.

Tidak Di Follow Back

Satu pertanyaan yang menarik perhatian adalah saat seorang netizen bertanya kepada Martunis mengapa akun Instagramnya tidak di follow back (follback) dengan Cristiano Ronaldo.

Menjawab hal itu, di-follback atau tidak menurut Martunis bukanlah hal yang penting.

Yang terpenting bagi Martunis adalah masih bisa berkomunikasi dengan baik dengan Cristiano Ronaldo meskipun hanya lewat asistennya.

Martunis juga mengungkapkan komunikasi dengan Cristiano Ronaldo masih baik-baik saja.

“Follower Cristiano Ronaldo itu tidak seperti saya. Ratusan juta followersnya. Jadi bukan dia yang pegang akun itu. Ada asisten. Jadi buat saya itu terlalu penting untuk suruh dia follow. Yang penting saya bisa berkomunikasi baik dengan dia itu aja. Sekarang masih komunikasi meskipun melalui asisten,” ujar pria kelahiran 10 Oktober 1997 tersebut.