yandex
Uncategorized

Sudah 400 Balapan, Rossi: Cuma Sayang Hasilnya

Phillip Island – Valentino Rossi baru saja merayakan balapan ke-400 di MotoGP Australia. Ia mengatakan puas dengan penampilannya meskipun tidak senang dengan hasil akhir.

Pada balapan di Sirkuit Phillip Island, Minggu (27/10/2019), pembalap Monster Energy Yamaha itu start keempat. Mengawali dengan baik usai sempat memimpin di posisi terdepan namun pada prosesnya mesti menyudahi balapan di posisi kedelapan, berjarak hampir 16 detik dari Marc Marquez, si pemenang.

Namun begitu, Ia meyakini bahwa performanya lebih baik daripada saat seri Jepang dimana dia gagal untuk finish hanya di sisa empat putaran.

Sudah 400 Balapan, Rossi: Cuma Sayang Hasilnya
Sudah 400 Balapan, Rossi: Cuma Sayang Hasilnya

Sudah 400 Balapan, Rossi: Cuma Sayang Hasilnya – Daya Cengkram

“Itu adalah sebuah start yang hebat dan sebuah cara yang sangat bagus untuk merayakan grand prix ke-400-ku, dengan berada di depan sebentar. Itu adalah sebuah emosi yang besar,” ucap Rossi dilansir Crash.

“Pada akhirnya, itu adalah, tentu saja, hasilnya tidak fantastis, tapi aku tidak sekarang sebagian dari Jack Miller di podium dan untuk menjalankan dengan cara yang lebih baik. Aku lebih kompetitif dibandingkan akhir pekan lalu [di Motegi]. Tapi bagaimanapun, kita perlu lebih banyak. dan kita harus lebih keras. kita harus bekerja.”

Ia mengungkapkan berbagai kendalanya di Phillip Island. Daya cengkeram dan akselerasi masih menjadi PR Yamaha untuk musim depan.

“Seperti biasanya kami kurang daya cengkram di bagian belakang. Saya sangat lambat di lintasan lurus dan juga dalam akselerasi aku tidak bisa keluar tikungan dengan sangat cepat. Ini adalah tempat dimana kami harus bekerja. Tapi balapan di Phillip Island selalu hebar dan pada akhirnya, itu adalah sebuah pertarungan yang sulit, “simpul pebalap berusia 40 tahun itu.

Sudah 400 Balapan, Rossi: Cuma Sayang Hasilnya – Sempat Posisi 1 dan Tercecer

Sudah 400 Balapan Rossi Cuma Sayang Hasilnya
Sudah 400 Balapan Rossi Cuma Sayang Hasilnya

Phillip Island – Pembalap Yamaha Valentino Rossi masih belum juga bisa berdiri di podium saat melakoni balapan di Sirkuit Phillip Island, Australia. Sempat tampil menjanjikan di beberapa putaran awal dengan merangsek ke posisi pertama, The Doctor itu kemudian harus tercecer hingga tempat kesepuluh.

“Itu merupakan awal yang bagus untuk merayakan balapan saya yang ke-400. Tapi pada akhirnya hasilnya kurang memuaskan. Tapi catatan waktu saya tak terlalu jauh dari Jack Miller yang finish di tempat ketiga,” ungkapnya yang dikutip Crash, Senin (28/10/2019).

“Saya lebih kompetitif jika dibandingkan dengan balapan di Jepang. Tapi itu belum cukup, kami harus lebih kuat dan bekerja lebih keras lagi,” sambungnya.

Ia menyebut masalah yang sama masih menjangkiti motor Yamaha YZR-M1 tunggangannya itu, yakni kehilangan daya cengkram di bagian belakang motor. Masalah akselerasi pun masih dikeluhkan oleh rekan setim Maverick Vinales tersebut.

Sudah 400 Balapan, Rossi: Cuma Sayang Hasilnya – Sebut Motornya Kurang Kencang

“Saya sangat pelan di trek lurus, akselerasi pun begitu. Saya tak bisa kencang usai keluar dari tikungan. Inilah yang harus dicari solusinya,” terang pembalap Rossi.

“Permasalahannya kami sedang berduel dalam grup yang banyak dan setiap lap saya kehilangan satu posisi saat di trek lurus. Itu membuat saya kesulitan untuk kembali mengambil kembali mengejar. Itu karena kurang cepat di trek lurus daripada yang lainnya,” katanya.

Rossi sendiri menjadi pebalap Yamaha yang finish paling depan pada seri Australia itu dengan menempati tempat kedelapan. Franco Morbidelli yang juga menunggangi motor serupa, harus puas finish di tempat ke-11. Sedangkan Fabio Quartararo juga Vinales gagal menyelesaikan balapan usai terjatuh.

Quartarato terjatuh karena disenggol Danillo Petrucci di awal balapan. Sedangkan Vinales justru harus rela kehilangan poin usai terjatuh saat sedang berduel memperebutkan tempat pertama dengan Marc Marquez.

Sudah 400 Balapan, Rossi: Cuma Sayang Hasilnya – Gegara Coba Teknik Ngerem Baru
Sudah 400 Balapan Rossi Cuma Sayang Hasilnya
Sudah 400 Balapan Rossi Cuma Sayang Hasilnya

Motegi – Valentino Rossi tak kunjung menemui jalan keluar atas masalah yang dialami pada Yamaha YZR-M1. Hal itu terlihat saat dirinya melakoni balapan di Jepang. Pada balapan yang digelar di Sirkuit Motegi Jepang, Julukan The Doctor ini lagi-lagi gagal berdiri di podium dan tak bisa menyelesaikan balapan karena harus terjatuh.

Padahal para pebalap Yamaha Lainnya masih bisa menyelesaikan balapan di posisi 10 besar, seperti Fabio Quartararo di tempat kedua, Maverick Vinales pada posisi keempat, dan Franco Morbidelli di posisi enam.

Rossi sendiri memulai balapan dari tempat kesepuluh hingga sempat tercecer di posisi ke-14. Ia pun sempat beberapa kali berusaha menyalip pebalap yang berada di depannya, namun sayang usahanya sia-sia karena motor tak punya kecepatan yang cukup.

“Di beberapa lap kecepatan motor tidak buruk, tapi pebalap lain lebih cepat sehingga sulit untuk memperbaiki posisi. Pada akhirnya saya sepertinya melakukan kesalahan pada tikungan pertama dan harus terjatuh,” ujarnya yang dikutip dari situs MotoGP, Senin (21/10/2019).

Sudah 400 Balapan, Rossi: Cuma Sayang Hasilnya – Valentino Rossi Terjatuh?
Sudah 400 Balapan Rossi Cuma Sayang Hasilnya
Sudah 400 Balapan Rossi Cuma Sayang Hasilnya

Pada balapan di Jepang pun tak lagi menggunakan swingarm serat karbon dan knalpot ganda. Rossi bahkan disebut bereksperimen dengan teknik pengereman baru demi bisa mengejar ketertinggalan dengan pebalap Yamaha lainnya.

“Saya pikir pada balapan kali ini cukup cepat dibandingkan dua seri sebelumnya, tapi saya memulai dari posisi jauh di belakang. Setidaknya saya bisa bersaing dengan Rins dan Crutchlow karena memiliki kecepatan yang sama,” katanya.

Pebalap asal Italia itu juga kembali mengeluhkan soal akselerasi motornya. Rossi berharap permasalahan akselerasi pada motor bisa cepat terselesaikan sehingga ia bisa kembali mengejar ketertinggalannya itu.

“Ini menjadi sulit karena di beberapa balapan terakhir kami tidak cukup kencang. Kami tak bisa memacu motor sesuai dengan kecepatan yang diinginkan. Kami harus lebih cepat agar bisa bersaing mendapatkan posisi yang lebih baik,” imbuhnya.

Show More

Related Articles

Back to top button